5 Penyebab Penyakit Saraf

Diposting pada

Semua orang punya kemungkinan yang sama untuk merasakan gejala penyakit saraf. Namun gejala yang dirasakan oleh masing-masing orang bisa jadi berbeda. Ada yang mengalami kesemutan saja. Sebagian mungkin merasakan kebas. Di sisi lain mungkin juga ada yang mengalami kesulitan untuk berjalan stabil.

Tak semua orang akan tahu risiko penyakit saraf. Kurangnya informasi tentang saraf ini membat kita tidak menyadari risiko gangguan saraf. Seperti tidak paham perbedaan kesehatan saraf dengan fungsi otak dan memori, dan ini sering kali terjadi.

Jika kamu mengalami salah satu di atas, ada baiknya untuk segera menghubungi dokter saraf untuk mendapatkan penanganan sesegera mungkin, sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi. Karena kamu punya kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami gangguan saraf ketimbang orang yang tidak mengalaminya.

Apa yang membuat hal ini lebih berisiko mengalami gangguan saraf dan penyakit yang disebut kerusakan saraf tepi?

Penyebab Penyakit Saraf

Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan seseorang mengalami penyakit saraf. Namun sebagian orang bisa saja mengalami lebih dari satu penyebab.

Beberapa penyebab diantaranya adalah sebagai berikut:

Diabetes

Mungkin kita tidak pernah tahu bahwa penyebab kerusakan saraf tepi paling umum adalah karena diabetes. Penderita diabetes lebih berisiko mengalami kerusakan saraf adalah karena pada penderita diabetes sering memiliki kadar gula darah yang tinggi yang bisa menyebabkan kerusakan saraf.

Selain itu, pada penderita diabetes mempunyai tingkat stress oksidatif yang lebih tinggi dan hal ini sangat mempengaruhi saraf. Faktor lain yang membuat risiko kerusakan saraf pada penderita diabetes semakin tinggi adalah karena merokok, darah tinggi dan lama waktu orang tersebut mengidap diabetes.

Lansia

dari Pixabay.com ASSY

Penelitian menunjukan kerusakan saraf tepi lebih sering terjadi pada orang-orang sudah berusia lanjut, alasannya ada banyak namun belum sepenuhnya dapat diketahui.

Umumnya kemampuan untuk menyerap kandungan vitamin memang menurun seiring bertambahnya usia. Ini memungkinkan salah stu alasan lansia lebih sering mengalami kekurangan vitamin B12, B6 dan B1. sementara itu kekurangan vitamin tersebut dapat menyebabkan keruskaan saraf.

Perokok dan Kerusakan Saraf Tepi

Apakah kamu seorang perokok? Jika iya, maka sebaiknya berhati-hatilah. Merokok hanya dapat membuat arteri kita jadi menyempit dan mengeras serta mengurangi aliran darah ke kaki. Perokok juga memiliki risiko kerusakan saraf yang lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak.

Penyalahgunaan Alkohol

Mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan dapat berdampak negatif pada tubuh manusia, khususnya kesehatan saraf, karena alkohol mempunyai efek beracun pada jaringan saraf.

Selain itu, penyalahgunaan alkohol yang terjadi secara terus-menerus, biasanya akan menjadi penyebab seseorang kekurangan gizi dan kekurangan vitamin B12, B1 dan B6.

Terlalu berlebihan mengonsumsi alkohol dapat menurunkan kadar vitamin neurotropik. Alkoholik yang menderita neuropati bisa meringankan gejala yang dialami untuk mencegah kerusakan saraf lebih lanjut dengan cara berhenti mengkonsumsi alkohol.

Orang yang kekurangan vitamin B

Kebiasaan tertentu dan malnutrisi juga dapat menyebabkan kekurangan vitamin esensial seperti vitamin neurotropik yang memiliki peran penting dalam menjaga dan melindungi saraf.

Misalnya, saya sedang melakukan diet vegetarian yang saat ini dilakukan banyak orang. padahal vegetarian berisiko tinggi mengalami kekurangan vitamin B12 yang menjadi salah satu penyebab kerusakan saraf tepi.

Terlepas dari penyebabnya, semua orang disarankan untuk menghindari hal-hal yang berisiko merusak saraf jika memungkinkan.

dari website Neurobion

Siapa saja yang memiliki resiko penyakit saraf?

Setelah tahu beberapa gejala penyebab penyakit saraf, berikut ini adalah orang-orang yang punya resiko tinggi mengalami penyakit saraf.

  • Penderita gangguan ginjal, atau gagal ginjal yang sedang cuci darah;
  • Mengonsumsi obat-obatan yang mempengaruhi metabolisme atau penyerapan nutrisi seperti metformin, penghambat pompa proton, kemoterapi atau pengobatan HIV / AIDS;
  • Penderita penyakit gastrointestinal seperti anoreksia, diare, penyakit radang usus, infeksi heliobacter pylori, dan orang yang melakukan operasi bariatrik;
  • Cedera atau trauma fisik, seperti kecelakaan kendaraan bermotor, jatuh atau cedera karena olahraga. Trauma lainnya yang bisa menyebabkan kerusakan saraf tepi;
  • Malnutrisi (orang dengan akses terbatas terhadap makanan atau orang dengan gizi tidak seimbang);
  • Penyebab genetik (orang yang memiliki anggota keluarga yang menderita neuropati)
  • Terpapar racun dan bahan kimia, misalnya Arsen;

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *