BukuWarung Sumber Penolong yang Bikin Istri Saya Nyengir

Diposting pada

Pagi ini token di rumah saya habis. Biasalah ketika mulai menunjukkan warna merah, selalu berisik layaknya kucing yang kelaparan minta diberikan makanan. Istri sudah misuh-misuh tidak jelas, memang moodnya sepagi ini kayaknya tidak terlalu baik.

Selepas membuatkan saya kopi yang agak pahit pagi tadi, istri saya merengut sambil bilang, “Itu tokennya udah berisik. Tetangga kalau dengar bisa terganggu,” ucapnya sambil membelakangi saya. Anak saya yang baru sepuluh bulan digendongnya di depan. Kemudian istri saya pergi ke kemarnya.

Oh iya, sebetulnya bunyi token itu tidak sebesar suara adzan di toa masjid. Kadang istri saya memang suka melebih-lebihkan. Apalagi kalau moodnya sedang tidak baik seperti sekarang ini.

Saya menghampiri kopi yang dibuatkan istri saya itu. Biasanya dia memang meletakkannya di meja bundar dekat ruang makan yang menjadi tempat favorit saya. Meja itu juga terkadang saya pakai untuk memperbaharui postinga di blog saya.

Seperti biasa juga saya menyesap kopi itu terlebih dahulu sebelum kemudian saya seruput kenikmatannya. Istri saya sudah paham bagaimana selera saya. Kopi pahit dengan sedikit gula. Saya memang suka yang tidak terlalu manis.

Istri saya mendatangi saya lagi, kali ini dia misuh-misuh lantaran aplikasi marketplace yang biasa dia pakai untuk membeli token hari ini sukar dibuka, sangat lambat, padahal kami sudah menggunakan wifi di rumah dengan kecepatan 20 Mbps.

“Lagi gangguan kali aplikasinya,” kata saya singkat. Sebetulnya ingin sekali membuatnya merasa tenang dan berhenti misuh-misuh. Sedang saya pikirkan siasatnya. Karena kalau saya sampai teledor sedikit saya, istri saya bisa berubah menjadi singa yang menyeramkan.

Anak saya tiba-tiba menangis, istri saya masih sibuk mau mengisi token. “Ini, Mas, coba aku dibantu solusinya. Aplikasi yang ini tidak bisa dibuka.”

“Gimana kalau kamu coba pakai BukuWarung aja?” celetuk saya berusaha menjadi suami yang super solutif. Setidaknya dia bisa agak tenang aja sih. Karena katanya kalau ibunya punya mood yang baik, akan berpengaruh kepada bayinya. Semoga kali ini keputusan saya benar.

“Eh, nggak mau ah, BukuWarung kan penipu!” jawab istri saya sinis.

Saya mendekati istri saya sambil mengambil alih bayi kami. “Tidak, Sayang, kamu keliru. BukuWarung ini aplikasi yang sudah dipercaya selama 2 tahun berkarya dalam memberikan pelayanan berupa layanan bayar dan tagih hutang. Jadi selain beli token listrik, kamu juga bisa tuh membuat tagihan untuk teman kamu yang kemarin beli kipas angin lewat kamu tapi tak ada kabarnya.”

Istri saya masih tampak belum bisa terima. “Masa sih? Memang gimana aplikasinya?”

“Nih, aku kasih linknya ke WA kamu ya, kamu klik aja. Terus pasang aplikasi BukuWarung.” Saya mengambil ponsel yang semula saya letakkan di sebelah kopi, untuk menyalin tautan dan mengirimkannya kepada istri saya.

Tak lama setelah itu, bunyi notifikas di ponsel istri saya terdengar. Dia tampak sibuk membuka tautan yang saya kirimkan menju link halaman Google Play Store. Saya menyeruput kopi saya sebentar, masih sambil menggendong bayi kami. Bayi perempuan ini sesekali berkata, “Ya ya.. ya yah!”

“Iya, Nak, ini ayah. Kamu mau kopi?” Saya menatap perempuan kecil ini sambil tersenyum penuh pesona, layaknya pria tampan pada umumnya.

“Wih … keren juga aplikasinya ya, Mas.” Istri saya nyeletuk. Saya menoleh ke dia. “Aku perhatikan di sini ada lebih dari 74 ribu pengguna yang sudah menginstalnya. Ratingnya juga bagus 4.4 dari 5 bintang. Kalau begini aku jadi yakin untuk masang aplikasinya nih. Aku masih penasaran masa iya sih, aplikasinya bisa buat nagih utang. Hmmm…” lanjut istri saya yang emang tabiatnya suka ngomel sendiri.

***

BukuWarung Sumber Penolong

Setelah memasang aplikasi bukuwarung, istri saya jadi orang yang tenang. Tidak gampang ngambek, dan menjadi ramah lingkungan. Apalagi saat saya beritahu semua yang ada di bukuwarung dapat dilakukan menggunakan pembayaran digital, istri saya semakin sering senyum.

Selain dapat mengisi token listrik di rumah kami, BukuWarung ini benar-benar sangat membantu istri saya dalam berhemat. Seperti sepagi tadi, saya lihat istri saya sibuk menggulir ponselnya. Tadinya saya pikir dia sedang gabut, ternyata tidak.

“Aku terbantu banget, Mas, sama aplikasi BukuWarung ini. Semuanya bisa aku lakukan dalam satu aplikasi. Tumben kamu ngasih aku rekomendasi aplikasi yang tepat!” kata istri saya.

“Oh iya dong, aku kan mengerti apa mau kamu. Kamu juga bisa mengecek apa saja fitur dan FAQ di situs resmi BukuWarung ya, Sayang, jadi biar kamu tidak ribet gitu mencatat semua nota dan tagihan utang orang-orang.”

“Tenang, Mas, aku sudah baca semuanya. Aku sekarang malah sudah hafal.” Istri saya menyombong.

“Masa? Emang gimana caranya?” saya cuma pura-pura meremehkannya.

“Ih, kamu, Mas.” Istri saya mendekati saya sambil memamerkan ponselnya. “Nih perhatiin aku ya. Misal nih aku mau nagih Bu Wati yang barusan utang kipas angin sama aku ya. Aku cukup buka aplikasinya, terus kalau sudah terbuka aku pilih menuh tagih.”

“Betul, terus kamu masukin deh nominalnya. Berapa, Yank, 250 ribu ya?”

“Salah, 250.999!” sahut istri saya cepat sambil menekan angka 250999. “Terus aku tinggal kasih catatan sebagai keterangannya. Aku masukkin aja, tagihan kipas angin Bu Wati.” Saya lihat istri saya menjelaskan dengan antusias. Kadang saya juga melihat istri saya senyum sendiri sama aplikasi BukuWarung ini. Istri saya melanjutkan, “Mas, kamu masih merhatiin aku ngomong, Kan?” celetuk istri saya.

“Oh iya, Sayang, aku masih.” Saya sampai gagu, saking terpananya. “Terus gimana lagi selanjutnya?”

“Ini aku sudah catat semuanya. Nominal tagihan dan keterangannya. Terus aku juga udah masukkin nomor rekening aku biar untuk pembayarannya. Terus udah deh, aku udah dapat linknya jadi tinggal aku kirim ke Bu Wati aja via WA. Beres!”

“Enak ya, Yank?” tanya saya ngeledek. Istri saya nyengir kuda, meski pagi itu dia belum mandi masih tampak cantik.

“Bentar, Mas, aku kirim ke Bu Wati dulu nanti keburu lupa.” Istri saya sibuk lagi dengan ponselnya. Sepertinya dia tidak hanya mengirimkan link tagihan saja ke Bu Wati, melainkan sambil bergibah. Sesekali saya lirik chatnya kok panjang betul, kan saya jadi kesal saya diabaikan. Huft.

Meski begitu, tak dapat dipungkiri kalau bukuWarung ini memang aplikasi penolong. Selain dapat membantu saya dan istri dalam berhemat, istri saya bisa menagih utang sambil bergibah karena saking santainya, istri saya sekarang juga bisa jualan PPOB (Pulsa, Token Listrik, Paket Data, E-Wallet) pakai BukuWarung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *